Well…… along my way to college, I got rain…… and you know, it’s really an annoying condition
I don’t mean that I hate that Rain…… I like that water in a certain condition.
I like water when I’m so thirsty, I would prefer to drink water then soft drink, or other beverages. I like water when I take a bath, yesss… I do like it…… don’t you
But it’s really so suck for me, when I’ve already taken a bath, put on make up on my face, put on the finest clothes I have ever had and I’m ready to go to college then…… suddenly the rain comes down… and it ruins everything. It ruins my make up and my clothes. You know, your face will look abstract……
Once again I told you that I don’t hate it but sometimes I just don’t like it because sometimes it comes in my time.
Maybe you would suggest why don’t I put on my rain coat and the problem’s over. Yes, that’s right I ‘d prefer not to wear it because it’s smelly. It doesn’t mean that I don’t wash it but the smell comes from the material of the raincoat itself. When you put it on, the smell will stick on your clothes and you’d better go home and change your clothes.
Bukan harta, tahta atau pun ketampanan yang gue cari, tetapi sosok yang bisa berbagi segala suka dan duka, sosok yang bisa memahami, mengerti dan menerima gue apa adanya, sosok yang bisa membuat gue NYAMAN apapun itu kondisinya. Dan saat ini rasa nyaman itu gue temukan pada Abang.
Namun, kini gue harus meneguk pahit yang tiba-tiba saja dilemparkan ke muka gue oleh orang yang ingin gue bahagiain. Gue tau, dia ingin melihat gue bahagia dengan serba kecukupan, namun kenyataannya untuk saat ini gue harus bersabar menjalani semuanya satu persatu, meraih mimpi gue sampai akhirnya nanti barulah gue bisa tersenyum lebar atas hasil yang gue peroleh selama ini.
Untuk mencapai sebuah kesuksesan itu gak mudah dan gak ada yang instan… semuanya butuh proses. Dan ini yang membuat gue luka, apa yang gue lakukan selama ini ternyata tak lagi berharga bahkan mungkin dipandang sebelah mata. Entah lah… gue gak tau dan gak mau menerka-nerka.
Namun gue yakin, Allah itu gak buta dan gak tuli. Ia adalah saksi yang meskipun tak nampak oleh mata namun, kebenarannya sangat nyata. Manusia terkadang suka khilaf, lupa, dan alpa. Tetapi Allah tidak……
Demi Allah…… Gue Ikhlas lahir batin, walau bagaimanapun keadaannya gue akan selalu mendampingi suami gue, semoga Allah SWT tak henti-hentinya melimpahkan rahmat serta inayahnya terhadap kita semua……
Demi Allah……
SAYA IKHLAS, dan Demi Allah…… SAYA SAYANG mereka yang sudah membesarkan dan mendidik saya……
Menyenangkan banget hari ini gue bisa jogging!!
Well, jogging kali ini emang bukan yang pertama buat gue, namun kali ini gue Jogging “SENDIRI”, bayangkan sodara-sodara hal yang paling gue takutin dari jogging ini adalah: kalo tiba-tiba sesak napas gue kambuh, gue bakalan minta tolong siapa? dijalanan, sendirian, masa gue musti ngesot ke rumah orang-orang dan minta tolong kasih gue napas buatan? hemm…… sedikit horor memang, tapi itulah kenyataannya; ketika sesak napas gue kambuh seminggu yang lalu.
Ceritanya gue lagi minggu ujian akhir semester dan tugas UAS gue belum selesai pada hari rabu yang kelabu itu. Sepertinya gue memang sangat kecapean karena begadang semalaman dan yang gue kemil semalaman itu gak sehat pula, yaitu sebaskom duku dan setoples kacang goreng. Well, terdengar agak rakus memang, tapi coba bayangin aja, ketika lagi ngerjain tugas tengah malem perut laper dan otak harus mikir sedangkan lu butuh asupan energi supaya otak lu tetep bisa mikir kan, makanya apa pun yang ada didapur ya,,,, gue embat!
Akhirnya, setelah berhasil mengerjakan tugas UAS dan menghabiskan setoples kacang dan sebaskom duku gue pun mengistirahatkan badan, hati, dan pikiran gue tepat pada jam 4. Ajaibnya, baru saja gue tidur selama satu jam perut gue mendadak sakit dan memaksa gue untuk mengeluarkan “sesuatu” kalo kata syahrini mah, yang biasa dikeluarin di kamar mandi. Tentunya gak harus gue sebutin juga kan apa yang musti gue keluarin? Oke, setelah kurang lebih 15 menit berjuang ngeluarin sesuatu, perut gue masih melilit. Gue putuskan untuk keluar dari kamar mandi dan guling-gulingan nahan sakit perut. Setelah gak kuat nahan sakit perut tiba-tiba napas gue tersengal-sengal, jadi kayak orang yang habis lari sejauh 150Km gak berhenti-berhenti. Gue fikir gue tengah kesurupan karena gue sering liat orang yang kesurupan suka susah napas! (jadi, apa bedanya orang kesurupan sama orang yang sesak napas ya?) hemm…… maka gue pun langsung baca-baca ayat kursi yang dipercayai bisa mengusir roh-roh halus, yang gue pikir bisa mengusir sesak napas juga; tapi…… gue GAGAL!! Setelah gagal mengusir sesak napas, gue akhirnya nyerah mengatasi kesurupan sesak napas ini sendiri.
Akhirnya hal yang gue lakukan untuk menyelamatkan jiwa gue pagi-pagi buta itu adalah dengan NGESOT ke kamar bokap-nyokap gue. Perjalanan gue menuju kamar BonYok (Bokap-Nyokap) terasa begitu jauh, soalnya gue NGESOT! Seandainya aja gue jalan atau lari, mungkin udah nyampe kali ya…… Setelah melalui perjalanan yang tak mudah, gue mengetuk pintu beberapa kali dan mencoba mengeluarkan suara dengan memanggil mereka, agak horor gitu deh suara gue kayak roh penasaran yang ingin membalaskan dendam dengan memanggil-manggil nama si pembunuh. Namun, yang gue panggil kali ini bukanlah si pembunuh itu, karena gue bukan roh penasaran juga.
“m…mmaa…… p…ppaa… sse….ssheeekk…… akkkhhuu…… kaaammbuuhh……” (begitu banyak jeda karena akibat napas yang gue keluarin memang bener-bener terbatas). Untungnya, bonyok langsung buka pintu dan keluar, sehingga gue gak harus mengulang kata-kata itu lagi, bayangin sodara-sodara, dengan napas yang terbatas gue harus mengulang kalimat sepanjang itu sebanyak 3 atau 5 kali ?? (keburu abis kali tuh napas gue). Setelah bokap gue keluar, gue pun menjatuhkan diri didepan pintu, kayak adegan di sinetron dimana si pemeran wanita yang jatuh pingsan ditangkep oleh si pemeran pria. Sayangnya ketika gue menjatuhkan diri gue gak segera ditangkep sama bokap gue, hem… lumayan lah kepala gue kepentok lantai.
Setelah akhirnya gue berada dipangkuan bokap dengan kondisi napas tersengal-sengal, bokap gue langsung panik dan berinisiatif untuk membawa gue ke dokter. Tapi, yang jadi permasalahannya pagi-pagi gini kagak ada dokter yang buka praktek. Dengan segala upaya, akhirnya gue tetep dibawa untuk diperiksa, jadi rencananya seketemunya aja dijalan; ada dokter, dukun, tukang urut, yang penting gue bisa diobatin. Beruntung ada klinik yang buka, namun seperti yang udah diperkiraka bahwa gak ada dokter yang praktek, hanya ada bidan yang jaga disana dan mau gak mau gue akan diperiksa sama seorang bidan. Hal yang langsung ada di bayangan gue nanti ketika ditanya sama ibu bidan tentang keluhannya adalah “udah berapa bulan kandungannya bu?”, atau “udah pembukaan berapa??” what?? saya belum menikah dan belum mau melahirkan!!!!
Oke, karena gue gak kuat ngomong dengan napas senin-kamis ini gue pasrah aja lah nanti mau ditanya apapun juga. Setelah menjalani beberapa proses analisis, ternyata bidan ini cukup pintar dengan tidak menganggap gue pasien yang mau memeriksakan kandungan atau pun melahirkan. Dia tau kalo gue terkena serangan sesak napas dengan kondisi megap-megap kalo ditanya-tanya sama dia tentang keluhan gue. Sehingga gue pun diberikan beberapa obat untuk meredakan sesak napas gue. Setelah merepotkan si bidan dan bokap gue yang mengepel muntahan duku dan kacang semalam, gue pun pulang, dengan selamat!
That’s it!! salah satu alasan gue kenapa pagi ini gue ketakutan banget kalo tiba-tiba sesak napas gue kambuh ketika lagi asik-asik jogging, makanya gue gak terlalu memaksakan diri ketika emang udah capek lari, dan untuk menetralisir kecapekan gue pun berjalan sambil kembali mengatur pernapasan gue.
Perjalanan jogging gue pagi ini cukup jauh ya, ketika pulangnya sih karena udara dan cuacanya gak lagi adem seperti tadi subuh but, that’s okay gue masih kuat kok cuma jalan aja, itu pikir gue. Well, akhirnya sekitaran jam 8 gue nyampe rumah dan tau apa yang gue lakukan selanjutnya? I go to bed and sleep!! Jogging kali ini lumayan membuat badan gue sakit-sakit dan butuh diistirahatkan untuk beberapa jam.
Setelah mengistirahatkan hati, badan, dan pikiran gue pun bangun untuk sarapan. Efek jogging hari ini cukup memberikan dampak yang lumayan positif ke tubuh dan jiwa gue, tubuh gue jadi agak ringan dan jiwa gue cukup tenang setelah menghirup udara segar yang bercampur asap knalpot motor, mobil dan bau comberan…… tapi, lumayan lah, dari pada lu manyun…… Satu hal yang gue sadari dari ber-jogging ria pagi ini ternyata untuk menjadi sehat itu perlu perjuangan dan membutuhkan konsistensi yang baik. Seperti, kalo kita mau kurus kita harus rajin berolahraga dan menjaga pola makanan. Perjuangan yang gue maksud ini adalah, seperti yang gue lakukan pagi ini, yaitu bangun pagi. Gue termasuk orang yang susah untuk bangun pagi, apalagi terlalu pagi. Namun, dengan dibekali niat yang cukup membara didada gue pun berhasil bangun pagi tanpa harus dibangunin nyokap atau pun adek gue.
Jogging kali ini memang gue dasari dari diri gue, karena gue kepengen meluangkan waktu untuk berolahraga dan menurut gue menjaga kesehatan dengan berolahraga juga bisa dijadikan salah satu trik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh gue terhadap perubahan cuaca yang bisa mengakibatkan seseorang gampang sakit. Sehingga gak heran kalo gue gak bisa tidur semaleman karena sangat dan teramat excited untuk melakukan jogging. Satu hal lagi tentang gue, adalah merupakan salah satu orang yang bakalan susah tidur ketika gue terlalu excited untuk melakukan hal-hal yang gue suka salah satunya jogging ini, atau kalau mau pergi kemanaaaa gitu, dan mau menghadiri acara atau pun lomba. Syndrom susah tidur gue pun akan muncul dengan sendirinya. Kemudian, untuk menjaga kesehatan kita memerlukan konsistensi yang baik maksudnya yaa musti rajin, jangan cuma sekali atau dua kali aja olahraganya dan menjaga konsistensi itu merupakan bagian yang cukup sulit karena kan gak setiap waktu kita punya mood yang baik untuk terus semangat berolahraga. Kalo, males sudah melanda, good bye olahraga…… So, satu pesen gue; KEEP HEALTHY GUYs!!! Karena untuk menjadi sehat itu gak gampang jika dibandingkan untuk menjadi sakit.
Menulis merupakan salah satu hobi saya selain membaca, mendengarkan musik, dan menonton. Saya sudah suka menulis sejak saya pandai menulis pada saat kelas 4 SD, dan diary merupakan salah satu sarana dan tempat saya untuk menulis. Saya menulis apa saja didalam diary saya, tentang kegiatan sehari-hari, hal-hal menarik yang terjadi, bahkan tentang perasaan anak abege yang sudah mulai mengenal kata cinta. Selain menulis tentang kegiatan sehari-hari, saya pun cukup pandai membuat puisi sehingga saya pun cukup rajin menuangkan pikiran saya kedalam tulisan yang berbentuk puisi.
Kegiatan tulis menulis yang sudah saya tekuni sejak SD ini pun terus berlanjut sampai SMP, SMA, bahkan KULIAH sehingga hasilnya saya mengkoleksi begitu banyak buku diary. Ketika saya Kuliah, saya mulai mengenal hal-hal yang berhubungan dengan teknologi seperti komputer dan internet. Ternyata, saya mulai jatuh cinta dengan kedua hal tersebut dan saya pun diperkenalkan dengan media untuk kegiatan tulis menulis oleh dosen saya , yaitu blog. Melalui blog, saya bisa berbagi cerita tidak hanya untuk diri sendiri tapi kepada orang lain karena blog ini bisa menjadi semacam diary elektronik yang bisa dibaca oleh ratusan bahkan ribuan orang didunia maya.
Bagi saya blog merupakan rumah singgah, ketika saya merasa lelah dan letih menghadapi dunia nyata diluar sana; saya selalu singgah dan menuangkan cerita mengenai apa saja yang saya pikirkan, karena setiap kali saya selesai menulis saya merasa sedikit lega karena setidaknya saya sudah mengungkapkan apa yang saya rasakan dan saya pikirkan.
Setelah mengenal blog, saya pun bertualang ketempat-tempat lain didunia maya; dan akhirnya saya menemukan beberapa media yang mempunyai fungsi sama dengan blog, ada word press, multiply, tumblr etc. yang kemudian bertebaranlah tempat-tempat singgah saya didunia maya.
Penjelajahan saya didunia maya dalam menemukan rumah singgah berujung pada titik jemu dan titik ketika saya cukup disibukkan dengan kuliah, tugas dan kegiatan mengajar sehingga rumah-rumah singgah saya cukup terbengkalai untuk waktu yang lama. Alhasil, saya vacuum menulis. Saya mulai kikuk dan bingung jika harus menulis lagi, padahal saya sangat rindu untuk menulis.
Ke-vacuum-an saya menulis ini membuat dosen yang memperkenalkan blog dan mendukung kegiatan menulis saya sedikit geregetan karena beliau merupakan satu-satunya orang yang mendukung saya untuk rajin menulis, bahkan ia sempat membuat lomba blogging untuk membuat para mahasiswanya rajin menulis dan ketika saya semester 4 beliau meminta saya untuk menjadi salah satu pengisi tulisan diwebsite jurusan saya. Hal tersebut benar-benar membuat saya sangat bersemangat pada saat itu. Maka, semenjak menjadi juara ke-II lomba blogging dan menjadi pengisi tulisan di website jurusan saya rajin membuat tulisan. Tak pernah sedikitpun terlintas apakah tulisan saya bagus atau tidak yang penting ingin menunjukkan pada dosen saya bahwa saya ingin menulis tidak hanya sekedar menulis diary yang berisi curhatan gak jelas, karena setelah mengenal dunia tulis menulis saya termotivasi untuk menjadi jurnalist sehingga saya harus belajar menulis dengan gaya informatif. Maka tulisan-tulisan saya selalu berhubungan dengan event-event yang terjadi disekitar kampus sehingga menuntut saya untuk sering berinteraksi dengan orang-orag karena saya harus mendapat kan data.
But now, sudah hampir satu semester saya vacuum menulis dan saya sudah sangat rindu dan cukup kikuk untuk menulis. Ternyata, dosen yang selalu mensupport hobi menulis saya ini merasakan kevacuuman saya dalam menulis sampai akhirnya ia meminta saya untuk membuat artikel mengenai PKL dan kebetulan beliau adalah dosen pembimbing saya juga, Well, let’s start writing again….. (^_^)

Mataku terasa agak panas pagi ini, dengan malas-malasan aku melongok kejendela sembari mengumpati matahari pagi yang ternyata sengaja mengganggu tidurku dan mencoba menggagalkan sumpah serapahku malam tadi. Malam minggu yang teramat biasa, yang selalu ku lalui dengan teramat biasa pula; yaitu selalu ku lalui dengan kegiatan yang teramat biasa juga, (pengulangan yang membosakan bukan? :P) karena selalu kuhabiskan waktu ku didepan kamar sambil browsing kemana-mana, online dimana-mana, ngetwit, dan update status apa saja; menikmati detik-detik waktu kemerdekaanku. Karena besok, adalah hari minggu yang akan menghilangkan rasa penatku beraktivitas sebagai orang dewasa dan berpura-pura bahwa aku adalah bagian dari mereka, selama setiap enam hari dalam setiap minggunya, bulannya, dan tahunnya. Rencana-rencana dan sumpah serapah sudah ku lafalkan malam ini, yaitu aku akan tidur setengah harian penuh dan kuyakinkan hatiku bahwa takkan ada seorangpun yang akan mengganggu. Begitu yakinnya aku, sampai aku lupa dimana aku hidup, haha… aku hidup didalam dunia nyata dimana orang-orangnya lupa untuk memikirkan tentang kemerdekaan pikiran, hati, dan jiwanya; bahkan beristirahat sejenak dari rutinitas duniawi. Karena mungkin label 'orang dewasa' yang menempel ini memaksa mereka tak berhak untuk beristirahat. Halah,,, tau apa aku tentang dunia orang dewasa? Baru saja tiga tahun yang lalu aku memasuki dunia ini, sudah berlagak sok tau. Namun, kembali kuyakinkan hatiku bahwa tak ada seorangpun yang bisa menggangguku; sekalipun ayahku :D.
Setelah penat mengobrak-abrik segala jejaring sosial didunia maya, ku putuskan untuk segera tidur karena kasur dan bantal yang empuk yang kini berada di kamarku sudah sedari tadi mengganggu pikiranku; seolah-olah mereka sedang merayuku untuk segera membaringkan badanku yang gempal diatasnya dan bermimpi indah. Sudahlah, akhirnya aku menyerah; dan aku pun segera mematikan notebook dan masuk ke kamar, mematikan lampu, meyalakan kipas angin dan. . . . .Bebas!
Kembali ke matahari pagi yang semakin sengaja mengganggu tidurku, lihat saja aksinya yang memacarkan sinarnya dengan terik itu, padahal kurasa baru jam tujuh; karena adikku baru saja keluar dari kamarku dan ia selalu mampir sekitaran jam segitu; mencari chargernya yang selalu kupinjam tanpa sepengetahuannya :) . Lihat, begitu senangnya si matahari belagu ini dengan terbuka lebarnya jendela kamarku yang dibuka oleh ibuku tiap pagi-pagi buta; setiap kali kutanya alasannya, ia hanya bilang, “biar udara segar bisa masuk, dan pikiran bisa bebas”. Padahalkan itu mengganggu kebebasanku untuk terus tertidur lelap. Setiap kali beradu pendapat tentang jendela, aku selalu mengalah dengan ibuku dan kembali menutup muka dengan bantal dan menarik selimut untuk kembali bebas dari ceritanya tentang segarnya udara pagi dan jendela. Kini dengan trik yang sama, seperti aku mengalah pada ibuku tentang jendela; maka kutarik selimut dan menutup mukaku dengan bantal sampai-sampai tak ada cahaya matahari pagi yang bisa menggangguku untuk kembali Bebas. Aku pun tertawa lepas dalam hati karena bisa menggagalkan rencana si matahari menggangguku pagi ini.
Namun, baru saja aku terlelap dan hampir masuk ke dunia kebebasanku; terdengar hape ku berdering nyaring, “sial”, umpatku dalam hati. Dengan malas-malasan kuraih hape dan kukerjap-kerjapkan mataku berusaha melihat nama yang tertera dilayar hape ku, “ B-O-S-S”, ejaku terbata-bata. Mataku pun membelalak, ketika tahu siapa yang menelponku. Segera kuangkat dan tanpa aba-aba seorang wanita diseberang sana yang menjadi atasanku langsung saja bercuap-cuap mengomeli keterlambatanku mengangkat hape. Entah apa yang ia ucapkan, yang hanya kuingat dari sekian ocehannya adalah aku harus datang ke kantor untuk menyelesaikan pembukuan yang bla…bla…bla…
Setelah beberapa menit berlalu dan akhirnya ia menutup teleponnya, aku pun berusaha untuk mengumpulkan pikiran dan tenaga ku agar segera sadar bahwa aku telah kembali kedunia nyata. Dan untuk kesekian kalinya aku tunduk atas nama seorang karyawan dan segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
The End.
lumayan lebay sih judulnya. . . . .
Kira-kira beneran ada gak sih kebakaran ditempat sampah itu? :->
yups, bener beudz!! Kebakaran itu emang kejadian, tepatnya didepan rumah gue, ketika dimalam yang kelam, hitam pekat dan suasana yang mencekam tiba-tiba saja dari arah luar telah bergumul dan mengepul asap diudara serta bau asap yang tak sedap pun menyeruak mendobrak masuk ke dalam rumah.
Maka, bokap, nyokab dan adek-adek gue udah pada treak-treak serta berlarian keluar. Menyentakkan gue yang tengah askyik membuka-buka buku pelajaran.
Setibanya gue diluar, gue terkejut karena ternyata kebakaran ditempat sampah itu tidak sebesar, separah, yang sampe memakan korban sih sebenernya.
Cuma yang jadi masalahnya, kebakaran itu terjadi tepat disebelahnya ada mobil xenia tetangga gue.
Nah!! Kalo sampe kurang tanggep, kebakaran yang sesungguhnya bakalan bener-bener terjadi tuh!!
Huffftttt. . . . . .
Dahsyat kan cerita gue? :-D

Awalnya saya sangat suka dengan HUJAN, karena dibekasi jarang hujan. Dan lagi menurut saya hujan itu membuat suasana sejuk, sepi dan senyap. saya suka hal-hal yang berbau hening, karena ketika semuanya sepi tinggal saya dan bunyi suara hujan pada saat itulah saya bisa ngelamun, berkhayal, bermimpi, membangun angan-angan. pokoknya seru sekali, apalagi setelah hujan, bau tanah yang harum mmmmm .. . . . rasanya damai sekali hati saya mencium bau tanah itu.
Namun sekarang, karena penyakit alergi dingin yang saya derita ini, saya tidak dapat menikmati indahnya saat-saat hujan datang. bagi saya ketika hujan datang merupakan awal derita saya karena sekujur tubuh saya akan langsung terasa gatal ketika udara dingin meraba kulit saya lalu membengkak. begitulah keadaan saya ketika hujan datang dan hal ini membuat saya harus membenci HUJAN.
Belum lagi derita batere hape yang lowbat, saya tidak bisa keep in touching dg dunia networking karena yang tadinya berangkat terburu-buru jadi tidak sempat menge-cas, walhasil no phone sampai ke merak.
Beruntungnya di kapal menyediakan cas-an hanya dengan membayar Rp 5000rupiah, akhirnya saya pun dapat memberikan kabar kepada teman-teman saya,update status dan nge-twitt;-)
Tapi ada pula hal yang membanggakan bagi saya yaitu selama perjalanan saya tidak membatalkan puasa saya. Ramadhan kali ini benar-benar mengesankan dengan berhasilnya saya berpuasa selama diperjalanan. . .
Akhirnya hanya dengan waktu satu hari satu malam saya dan keluarga pun sampai dirumah saya di desa Rantau Ikil kecamatan Jujuhan Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi pada jam 12 malamnya. Sungguh perjalanan yang tak terlupakan deh:-)
Jambi 6 September 2010
Because of their similarity they like to share about their each experience, and they look so close. Maybe, you can say that I am jealous maybe that is true, I am jealous because I do not have something to be shared.
When we were gathered they talked much and I talked less because I could not join into their discussion because I really do not like trade.
And then, I also look like childish than my younger sister, I just do not understand it, or maybe my younger sister is getting adult or mature than me? O gosh, maybe I should learn how to be more mature.
And I think for my first problem I have to find out what thing that I can share together with them. So that I will not feel that I am in a strange island :-P, I will try it.
Akhirnya ponakan gue gak bisa lagi ngebendung rasa rindunya dan ngomong ke nyokab gue kalau dia mau pulang ke Jambi. Sebenernya berat banget untuk pisah dan ngelepas ponakan gue pulang, karena pastinya gue bakalan kehilangan temen ngobrol tiap malamnya, dan gak bisa dengerin ocehan polosnya yang selalu berhasil bikin gue cengar-cengir dan senyam-senyum sendiri.
Maka dengan berat hati w ngebiarin ponakan w pulang pada hari Minggu tanggal 1 Agustus 2010 yang lalu. Dia pulang dianterin sodara gue, sebenernya pada hari sabtu ponakan gue udah dianterin ke rumah sodara gue yang ada di Jakarta, tapi kemudian dia minta balik lagi ke Bekasi dan minta dianterin dari Bekasi dan dengan alasan yang membuat gue sedikit terharu yaitu dia belum pamitan sama gue.
Bibi mana coba, yang ga bakalan menitikkan air mata ngedengerin omongan anak segede kutil yang polos kayak gitu.
Bener ajja, pagi minggunya abis bgun tidur gue langsung ajja nyamperin dia dan dia langsung ngeraih tangan gue tanpa ngomong sepatah katapun. Lalu gue langsung mengelus kepalanya sambil berkata, "hati-hati dijalan ya sayang, nanti kalo udah nyampe jambi iki jangan nakal, harus nurut sama papa dan mama iki", sembari gue ciumin pipi dan keningnya. Tu anak ngangguk-ngangguk ketika gue omongin kaya' gtu. Pengen nangis sih, cuma gue gak mau ngebebanin ponakan gue kalo dia ngeliat gue nangis depan dia.
Dan, foto-foto diatas diambil sebelum dia berangkat,,,
Bye Iki sayang. . .
Semoga kamu menjadi anak yang pintar dan membanggakan orang tuamu, bibi sayang Iki. . .
Hape ini udah puas banget jatoh berkali-kali karna kecerobohan, keteledoran, dan kebodohan gue sendiri, tapi beruntungnya ni hape cukup tangguh untuk jadi soulmate gue.
Gue udah sayang banget sama ni hape, walaupun memori hapenya terbatas dan ga bisa dimasukkin kartu memori, namun gue cukup puas dan bangga dengan kecanggihan hape gue yang biasa-biasa aja ini.
Mungkin terkesan agak lebay, tapi gue mencoba untuk bersyukur ajja karena udah dikasih hape bagus.
Yang membuat gue ngerasa bangga itu adalah karena walaupun temen-temen gue punya hape yang pada canggih dan mahal sayangnya ga bisa upload foto ke Facebook, *mungkin saking kerennya kali y?* eh hape gue yang biasa-biasa aja bisa ternyata dan kecepatan uploadnya itu, secepat kilat loh*lebay:-P*
Selain itu, karena gue seneng nulis di blog gue mencari cara agar gue bisa tetep nulis dengan ga ribed harus ngetik dikomputer dulu, trus datanya harus disimpen di FlashDisk, trus bru ke warnet. Ataupun gue nulis dikertas dulu lalu langsung ngetik di warnet.
Akhirnya, karena gue seneng otak atik hape, gue bisa mengaktifkan email via hape gue, lalu gue mencari info diblog yang bisa mengirim tulisan via hape dan itu murah + cepet banget.
Sekarang gue ga akan ribed-ribed lagi untuk nulis diblog, karena udah praktis banget. Apa yang sedang gue pikirin gue bisa langsung ketik di hape dulu, trus langsung gue kirim dah ke alamat blog gue.
Ini tu ngebantu gue banget dalam mengembangkan opini dan pendapat gue terhadap suatu fenomena yang terjadi, serta mengajarkan gue untuk lebih kritis dalam memandang sesuatu.
Dari keseluruhan point yang gue maksud adalah kuncinya walaupun kita diberikan sebuah kekurangan, gimana caranya tu kekurangan kita ubah menjadi suatu kelebihan.
Biar kata hape jelek juga manfaatnya besar banget buat gue dalam mengembangkan pola berpikir dan pola menulis gue. Asalkan pada mau coba-coba ajja dan harus curious terhadap sesuatu. Jangan karena ngeliat ada keterbatasan trus ga berani explore, ada yang bilang juga ke gue bahwa "Beyond the limit" yang artinya kalo ga salah lampaui batasan.
Jadi jangan pernah berhenti untuk mencoba, karena kalau kita belum pernah mencoba kita ga akan pernah tau apakah kita mampu atau ga. Jangan underestimate dulu, dicoba dulu baru nanti tau hasilnya kaya' gimana. Selamat mencoba!!!
Jika ada yang bertanya siapakah orang yang paling berjasa dalam hidupku, pasti akan ku jawab tanpa ragu beliau adalah "Mamahku". Dan jika ada yang bertanya siapakah orang yang paling ku cintai dan yang ingin ku banggakan, pasti ku jawab tanpa pikir panjang beliau adalah "Mamahku".
Karena mamahku adalah bagian yang teramat penting dalam hidupku. Beliau membesarkan ku tanpa pamrih, menyayangiku, dan mencintaiku setulus hatinya. Beliau mengajarkanku akan arti kehidupan, Kehidupan yang seharusnya saling mengasihi dan membantu sesama. Beliau adalah guru kehidupan terhebat dalam hidupku. Beliau pernah berkata"meskipun kita diberi rezeki yg berkecukupan, jgn lupa untuk melihat orang2 yg tidak berkecukupan, sepiring nasi takkan berarti ap2 bg qt, namun bg org lain yg sgt membutuhkan akn sangat berarti. "
Terima kasih ma, atas semua pelajaran hidup yang takkan ku dapatkan ditempat manapun dibelahan bumi ini. You are my inspiration. Love u mom, doakan anakmu ini agar berada dijalan yg selalu kau ajarkan. . . Yaitu jalan kebaikan. ^^
Living in a Colourful of Colourless Ocean
Blog Archive
Categories
George Orwell
"Who Controls The Past Control The Future, Who Controls The Present Control The Past"
Find Out!!!
my Linkh
Popular Posts
-
terkadang yang nampak itu tak dapat menjelaskan, dan gelap...akan selamanya gelap jika tak setitik terang menghampirinya. Diam itu menyenang...
-
music is my soul. you know why? because music can express my self. music is my life. you know why? because i can feel happy and sad whe...
-
dunia ku menepi, tak lagi hampiri aku yang inginkan ia sentuh hidupku. aku tersesat,tak lagi temuka n dunia yang biasa aku kunjungi tuk bua...
-
ku ukir kembali namamu dalam hatiku, ku selipkan kembali memory-memory tentang kita dalam otak ku. berharap kenanganmu tak kan pernah hilang...
-
It's Friday, the sky's crying so it's raining.... some people don't like rain, Some people like it. I'm in between. ...
-
kadang gue ngerasa jadi manusia yang gak berguna deh...kenapa yah? kadang gue ngerasa jadi orang yang gak dibutuhin deh...kenapa yua? kadang...
-
Aku selalu merasa jadi orang yang berjuang sendiri, dan tak menyadari bahwa sebenarnya ada seseorang yang mendukungku tanpa kuketahui. Ak...
-
Huffttt. . . . Perasaan dari tadi gue ga henti-hentinya dijutekin sama nyokab. Dari yang ga mu nurut wat beli barang, sekarang gue cuma kepe...
-
Ehm, ehm, , , , Hai, , , , , cemuaaaa Yups, mau Tanya dunks. . . . Ketika kalian mendengar kata “Coldplay” apa yang kalian pikirkan???? • ....
About Me
- Oza
- Do you really wanna know me? really? are you sure? okay.... I'm gonna tell you a lil bit about me. I'm just a chaos and distractible girl. I'd love to randomly post anything which distracts me. So, my post could be a sad, gloomy, cheerful, cheesy, fashionable, messy, creative or stuck writing. Just Enjoy!!!! :D




















