Well…… along my way to college, I got rain…… and you know, it’s really an annoying condition
I don’t mean that I hate that Rain…… I like that water in a certain condition.
I like water when I’m so thirsty, I would prefer to drink water then soft drink, or other beverages. I like water when I take a bath, yesss… I do like it…… don’t you
But it’s really so suck for me, when I’ve already taken a bath, put on make up on my face, put on the finest clothes I have ever had and I’m ready to go to college then…… suddenly the rain comes down… and it ruins everything. It ruins my make up and my clothes. You know, your face will look abstract……
Once again I told you that I don’t hate it but sometimes I just don’t like it because sometimes it comes in my time.
Maybe you would suggest why don’t I put on my rain coat and the problem’s over. Yes, that’s right I ‘d prefer not to wear it because it’s smelly. It doesn’t mean that I don’t wash it but the smell comes from the material of the raincoat itself. When you put it on, the smell will stick on your clothes and you’d better go home and change your clothes.
I wore a grey hijab, a black taktop, a black skirt and a brown cardigan.
TAAAADDDAAAAA!!!!!
Bukan harta, tahta atau pun ketampanan yang gue cari, tetapi sosok yang bisa berbagi segala suka dan duka, sosok yang bisa memahami, mengerti dan menerima gue apa adanya, sosok yang bisa membuat gue NYAMAN apapun itu kondisinya. Dan saat ini rasa nyaman itu gue temukan pada Abang.
Namun, kini gue harus meneguk pahit yang tiba-tiba saja dilemparkan ke muka gue oleh orang yang ingin gue bahagiain. Gue tau, dia ingin melihat gue bahagia dengan serba kecukupan, namun kenyataannya untuk saat ini gue harus bersabar menjalani semuanya satu persatu, meraih mimpi gue sampai akhirnya nanti barulah gue bisa tersenyum lebar atas hasil yang gue peroleh selama ini.
Untuk mencapai sebuah kesuksesan itu gak mudah dan gak ada yang instan… semuanya butuh proses. Dan ini yang membuat gue luka, apa yang gue lakukan selama ini ternyata tak lagi berharga bahkan mungkin dipandang sebelah mata. Entah lah… gue gak tau dan gak mau menerka-nerka.
Namun gue yakin, Allah itu gak buta dan gak tuli. Ia adalah saksi yang meskipun tak nampak oleh mata namun, kebenarannya sangat nyata. Manusia terkadang suka khilaf, lupa, dan alpa. Tetapi Allah tidak……
Demi Allah…… Gue Ikhlas lahir batin, walau bagaimanapun keadaannya gue akan selalu mendampingi suami gue, semoga Allah SWT tak henti-hentinya melimpahkan rahmat serta inayahnya terhadap kita semua……
Demi Allah……
SAYA IKHLAS, dan Demi Allah…… SAYA SAYANG mereka yang sudah membesarkan dan mendidik saya……
Rasanya pengen gue ungkapin lewat tulisan. Tapi kenyataannya malah, ketika berhadapan dengan keyboard notebook seketika tangan gue tuh kayak kaku, otak gue tuh tiba-tiba kosong. Gak ada sederet kata pun yang bisa gue ungkapkan lewat tulisan. Dan akhirnya, ini lah yang berhasil gue tulis. Keraguan gue untuk menulis.
Mungkin hal ini terjadi karena gue udah semakin jarang nulis kali ya??? emmm…… berasa banget kakunya karena udah jarang latihan nulis. Berasa banget banyak hal yang tertumpuk dan akhirnya menghilang dalam ingatan karena tak diabadikan.
Ngerasa gak sih kalau dengan menulis tuh, sama aja kita mengabadikan moment yang terjadi dalam hidup kita. Ternyata gak cuma foto atau video aja yang bisa merekam sebuah cerita. Tulisan pun punya kekuatan untuk mengabadikan sejarah sebuah negara, tentang hal terbaik dalam hidup maupun yang terburuk. Secarik surat yang ditulis dalam beberapa paragraf dari seorang ibu pun bisa membuat kita rindu untuk pulang kampung… Hemphhhh…… Jadi, bagi yang suka menulis apapun itu, nulis diari kek… jangan malu karena dibilang cemen nulis di diari…… karena disitulah ceritamu hidup, cerita yang nantinya bisa kamu bagikan dengan anak cucu mu…. So!!!! HAPPY WRITING!!!! Dare to write what you think!!!!
Menyenangkan banget hari ini gue bisa jogging!!
Well, jogging kali ini emang bukan yang pertama buat gue, namun kali ini gue Jogging “SENDIRI”, bayangkan sodara-sodara hal yang paling gue takutin dari jogging ini adalah: kalo tiba-tiba sesak napas gue kambuh, gue bakalan minta tolong siapa? dijalanan, sendirian, masa gue musti ngesot ke rumah orang-orang dan minta tolong kasih gue napas buatan? hemm…… sedikit horor memang, tapi itulah kenyataannya; ketika sesak napas gue kambuh seminggu yang lalu.
Ceritanya gue lagi minggu ujian akhir semester dan tugas UAS gue belum selesai pada hari rabu yang kelabu itu. Sepertinya gue memang sangat kecapean karena begadang semalaman dan yang gue kemil semalaman itu gak sehat pula, yaitu sebaskom duku dan setoples kacang goreng. Well, terdengar agak rakus memang, tapi coba bayangin aja, ketika lagi ngerjain tugas tengah malem perut laper dan otak harus mikir sedangkan lu butuh asupan energi supaya otak lu tetep bisa mikir kan, makanya apa pun yang ada didapur ya,,,, gue embat!
Akhirnya, setelah berhasil mengerjakan tugas UAS dan menghabiskan setoples kacang dan sebaskom duku gue pun mengistirahatkan badan, hati, dan pikiran gue tepat pada jam 4. Ajaibnya, baru saja gue tidur selama satu jam perut gue mendadak sakit dan memaksa gue untuk mengeluarkan “sesuatu” kalo kata syahrini mah, yang biasa dikeluarin di kamar mandi. Tentunya gak harus gue sebutin juga kan apa yang musti gue keluarin? Oke, setelah kurang lebih 15 menit berjuang ngeluarin sesuatu, perut gue masih melilit. Gue putuskan untuk keluar dari kamar mandi dan guling-gulingan nahan sakit perut. Setelah gak kuat nahan sakit perut tiba-tiba napas gue tersengal-sengal, jadi kayak orang yang habis lari sejauh 150Km gak berhenti-berhenti. Gue fikir gue tengah kesurupan karena gue sering liat orang yang kesurupan suka susah napas! (jadi, apa bedanya orang kesurupan sama orang yang sesak napas ya?) hemm…… maka gue pun langsung baca-baca ayat kursi yang dipercayai bisa mengusir roh-roh halus, yang gue pikir bisa mengusir sesak napas juga; tapi…… gue GAGAL!! Setelah gagal mengusir sesak napas, gue akhirnya nyerah mengatasi kesurupan sesak napas ini sendiri.
Akhirnya hal yang gue lakukan untuk menyelamatkan jiwa gue pagi-pagi buta itu adalah dengan NGESOT ke kamar bokap-nyokap gue. Perjalanan gue menuju kamar BonYok (Bokap-Nyokap) terasa begitu jauh, soalnya gue NGESOT! Seandainya aja gue jalan atau lari, mungkin udah nyampe kali ya…… Setelah melalui perjalanan yang tak mudah, gue mengetuk pintu beberapa kali dan mencoba mengeluarkan suara dengan memanggil mereka, agak horor gitu deh suara gue kayak roh penasaran yang ingin membalaskan dendam dengan memanggil-manggil nama si pembunuh. Namun, yang gue panggil kali ini bukanlah si pembunuh itu, karena gue bukan roh penasaran juga.
“m…mmaa…… p…ppaa… sse….ssheeekk…… akkkhhuu…… kaaammbuuhh……” (begitu banyak jeda karena akibat napas yang gue keluarin memang bener-bener terbatas). Untungnya, bonyok langsung buka pintu dan keluar, sehingga gue gak harus mengulang kata-kata itu lagi, bayangin sodara-sodara, dengan napas yang terbatas gue harus mengulang kalimat sepanjang itu sebanyak 3 atau 5 kali ?? (keburu abis kali tuh napas gue). Setelah bokap gue keluar, gue pun menjatuhkan diri didepan pintu, kayak adegan di sinetron dimana si pemeran wanita yang jatuh pingsan ditangkep oleh si pemeran pria. Sayangnya ketika gue menjatuhkan diri gue gak segera ditangkep sama bokap gue, hem… lumayan lah kepala gue kepentok lantai.
Setelah akhirnya gue berada dipangkuan bokap dengan kondisi napas tersengal-sengal, bokap gue langsung panik dan berinisiatif untuk membawa gue ke dokter. Tapi, yang jadi permasalahannya pagi-pagi gini kagak ada dokter yang buka praktek. Dengan segala upaya, akhirnya gue tetep dibawa untuk diperiksa, jadi rencananya seketemunya aja dijalan; ada dokter, dukun, tukang urut, yang penting gue bisa diobatin. Beruntung ada klinik yang buka, namun seperti yang udah diperkiraka bahwa gak ada dokter yang praktek, hanya ada bidan yang jaga disana dan mau gak mau gue akan diperiksa sama seorang bidan. Hal yang langsung ada di bayangan gue nanti ketika ditanya sama ibu bidan tentang keluhannya adalah “udah berapa bulan kandungannya bu?”, atau “udah pembukaan berapa??” what?? saya belum menikah dan belum mau melahirkan!!!!
Oke, karena gue gak kuat ngomong dengan napas senin-kamis ini gue pasrah aja lah nanti mau ditanya apapun juga. Setelah menjalani beberapa proses analisis, ternyata bidan ini cukup pintar dengan tidak menganggap gue pasien yang mau memeriksakan kandungan atau pun melahirkan. Dia tau kalo gue terkena serangan sesak napas dengan kondisi megap-megap kalo ditanya-tanya sama dia tentang keluhan gue. Sehingga gue pun diberikan beberapa obat untuk meredakan sesak napas gue. Setelah merepotkan si bidan dan bokap gue yang mengepel muntahan duku dan kacang semalam, gue pun pulang, dengan selamat!
That’s it!! salah satu alasan gue kenapa pagi ini gue ketakutan banget kalo tiba-tiba sesak napas gue kambuh ketika lagi asik-asik jogging, makanya gue gak terlalu memaksakan diri ketika emang udah capek lari, dan untuk menetralisir kecapekan gue pun berjalan sambil kembali mengatur pernapasan gue.
Perjalanan jogging gue pagi ini cukup jauh ya, ketika pulangnya sih karena udara dan cuacanya gak lagi adem seperti tadi subuh but, that’s okay gue masih kuat kok cuma jalan aja, itu pikir gue. Well, akhirnya sekitaran jam 8 gue nyampe rumah dan tau apa yang gue lakukan selanjutnya? I go to bed and sleep!! Jogging kali ini lumayan membuat badan gue sakit-sakit dan butuh diistirahatkan untuk beberapa jam.
Setelah mengistirahatkan hati, badan, dan pikiran gue pun bangun untuk sarapan. Efek jogging hari ini cukup memberikan dampak yang lumayan positif ke tubuh dan jiwa gue, tubuh gue jadi agak ringan dan jiwa gue cukup tenang setelah menghirup udara segar yang bercampur asap knalpot motor, mobil dan bau comberan…… tapi, lumayan lah, dari pada lu manyun…… Satu hal yang gue sadari dari ber-jogging ria pagi ini ternyata untuk menjadi sehat itu perlu perjuangan dan membutuhkan konsistensi yang baik. Seperti, kalo kita mau kurus kita harus rajin berolahraga dan menjaga pola makanan. Perjuangan yang gue maksud ini adalah, seperti yang gue lakukan pagi ini, yaitu bangun pagi. Gue termasuk orang yang susah untuk bangun pagi, apalagi terlalu pagi. Namun, dengan dibekali niat yang cukup membara didada gue pun berhasil bangun pagi tanpa harus dibangunin nyokap atau pun adek gue.
Jogging kali ini memang gue dasari dari diri gue, karena gue kepengen meluangkan waktu untuk berolahraga dan menurut gue menjaga kesehatan dengan berolahraga juga bisa dijadikan salah satu trik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh gue terhadap perubahan cuaca yang bisa mengakibatkan seseorang gampang sakit. Sehingga gak heran kalo gue gak bisa tidur semaleman karena sangat dan teramat excited untuk melakukan jogging. Satu hal lagi tentang gue, adalah merupakan salah satu orang yang bakalan susah tidur ketika gue terlalu excited untuk melakukan hal-hal yang gue suka salah satunya jogging ini, atau kalau mau pergi kemanaaaa gitu, dan mau menghadiri acara atau pun lomba. Syndrom susah tidur gue pun akan muncul dengan sendirinya. Kemudian, untuk menjaga kesehatan kita memerlukan konsistensi yang baik maksudnya yaa musti rajin, jangan cuma sekali atau dua kali aja olahraganya dan menjaga konsistensi itu merupakan bagian yang cukup sulit karena kan gak setiap waktu kita punya mood yang baik untuk terus semangat berolahraga. Kalo, males sudah melanda, good bye olahraga…… So, satu pesen gue; KEEP HEALTHY GUYs!!! Karena untuk menjadi sehat itu gak gampang jika dibandingkan untuk menjadi sakit.
I’m so regret that I let you down, for my ignorance
I’m so sorry to make this situation uncomfortable for you and I
It happened too fast without letting me breath clearly
It suddenly stuck in front of me without any change to put it up
The words came out spotless, they hurt you and I, we’re hurt now
The anger had been waiting quite longer in the bottom of our heart
It waited until you, I or we opened a change to make a good reason not to see each other anymore.
And now………
No more interesting subject to talk to you
No more silly thing to share with you
No more story about you
No more story about me
And about us
All I wanna say are
I didn’t mean to let the bad words hurt us
I didn’t mean not to understand you
I didn’t mean to say it’s over
But it takes time to understand and be understood by each other
It takes a long, long time to whomp my bad EGO……
Menulis merupakan salah satu hobi saya selain membaca, mendengarkan musik, dan menonton. Saya sudah suka menulis sejak saya pandai menulis pada saat kelas 4 SD, dan diary merupakan salah satu sarana dan tempat saya untuk menulis. Saya menulis apa saja didalam diary saya, tentang kegiatan sehari-hari, hal-hal menarik yang terjadi, bahkan tentang perasaan anak abege yang sudah mulai mengenal kata cinta. Selain menulis tentang kegiatan sehari-hari, saya pun cukup pandai membuat puisi sehingga saya pun cukup rajin menuangkan pikiran saya kedalam tulisan yang berbentuk puisi.
Kegiatan tulis menulis yang sudah saya tekuni sejak SD ini pun terus berlanjut sampai SMP, SMA, bahkan KULIAH sehingga hasilnya saya mengkoleksi begitu banyak buku diary. Ketika saya Kuliah, saya mulai mengenal hal-hal yang berhubungan dengan teknologi seperti komputer dan internet. Ternyata, saya mulai jatuh cinta dengan kedua hal tersebut dan saya pun diperkenalkan dengan media untuk kegiatan tulis menulis oleh dosen saya , yaitu blog. Melalui blog, saya bisa berbagi cerita tidak hanya untuk diri sendiri tapi kepada orang lain karena blog ini bisa menjadi semacam diary elektronik yang bisa dibaca oleh ratusan bahkan ribuan orang didunia maya.
Bagi saya blog merupakan rumah singgah, ketika saya merasa lelah dan letih menghadapi dunia nyata diluar sana; saya selalu singgah dan menuangkan cerita mengenai apa saja yang saya pikirkan, karena setiap kali saya selesai menulis saya merasa sedikit lega karena setidaknya saya sudah mengungkapkan apa yang saya rasakan dan saya pikirkan.
Setelah mengenal blog, saya pun bertualang ketempat-tempat lain didunia maya; dan akhirnya saya menemukan beberapa media yang mempunyai fungsi sama dengan blog, ada word press, multiply, tumblr etc. yang kemudian bertebaranlah tempat-tempat singgah saya didunia maya.
Penjelajahan saya didunia maya dalam menemukan rumah singgah berujung pada titik jemu dan titik ketika saya cukup disibukkan dengan kuliah, tugas dan kegiatan mengajar sehingga rumah-rumah singgah saya cukup terbengkalai untuk waktu yang lama. Alhasil, saya vacuum menulis. Saya mulai kikuk dan bingung jika harus menulis lagi, padahal saya sangat rindu untuk menulis.
Ke-vacuum-an saya menulis ini membuat dosen yang memperkenalkan blog dan mendukung kegiatan menulis saya sedikit geregetan karena beliau merupakan satu-satunya orang yang mendukung saya untuk rajin menulis, bahkan ia sempat membuat lomba blogging untuk membuat para mahasiswanya rajin menulis dan ketika saya semester 4 beliau meminta saya untuk menjadi salah satu pengisi tulisan diwebsite jurusan saya. Hal tersebut benar-benar membuat saya sangat bersemangat pada saat itu. Maka, semenjak menjadi juara ke-II lomba blogging dan menjadi pengisi tulisan di website jurusan saya rajin membuat tulisan. Tak pernah sedikitpun terlintas apakah tulisan saya bagus atau tidak yang penting ingin menunjukkan pada dosen saya bahwa saya ingin menulis tidak hanya sekedar menulis diary yang berisi curhatan gak jelas, karena setelah mengenal dunia tulis menulis saya termotivasi untuk menjadi jurnalist sehingga saya harus belajar menulis dengan gaya informatif. Maka tulisan-tulisan saya selalu berhubungan dengan event-event yang terjadi disekitar kampus sehingga menuntut saya untuk sering berinteraksi dengan orang-orag karena saya harus mendapat kan data.
But now, sudah hampir satu semester saya vacuum menulis dan saya sudah sangat rindu dan cukup kikuk untuk menulis. Ternyata, dosen yang selalu mensupport hobi menulis saya ini merasakan kevacuuman saya dalam menulis sampai akhirnya ia meminta saya untuk membuat artikel mengenai PKL dan kebetulan beliau adalah dosen pembimbing saya juga, Well, let’s start writing again….. (^_^)

Mataku terasa agak panas pagi ini, dengan malas-malasan aku melongok kejendela sembari mengumpati matahari pagi yang ternyata sengaja mengganggu tidurku dan mencoba menggagalkan sumpah serapahku malam tadi. Malam minggu yang teramat biasa, yang selalu ku lalui dengan teramat biasa pula; yaitu selalu ku lalui dengan kegiatan yang teramat biasa juga, (pengulangan yang membosakan bukan? :P) karena selalu kuhabiskan waktu ku didepan kamar sambil browsing kemana-mana, online dimana-mana, ngetwit, dan update status apa saja; menikmati detik-detik waktu kemerdekaanku. Karena besok, adalah hari minggu yang akan menghilangkan rasa penatku beraktivitas sebagai orang dewasa dan berpura-pura bahwa aku adalah bagian dari mereka, selama setiap enam hari dalam setiap minggunya, bulannya, dan tahunnya. Rencana-rencana dan sumpah serapah sudah ku lafalkan malam ini, yaitu aku akan tidur setengah harian penuh dan kuyakinkan hatiku bahwa takkan ada seorangpun yang akan mengganggu. Begitu yakinnya aku, sampai aku lupa dimana aku hidup, haha… aku hidup didalam dunia nyata dimana orang-orangnya lupa untuk memikirkan tentang kemerdekaan pikiran, hati, dan jiwanya; bahkan beristirahat sejenak dari rutinitas duniawi. Karena mungkin label 'orang dewasa' yang menempel ini memaksa mereka tak berhak untuk beristirahat. Halah,,, tau apa aku tentang dunia orang dewasa? Baru saja tiga tahun yang lalu aku memasuki dunia ini, sudah berlagak sok tau. Namun, kembali kuyakinkan hatiku bahwa tak ada seorangpun yang bisa menggangguku; sekalipun ayahku :D.
Setelah penat mengobrak-abrik segala jejaring sosial didunia maya, ku putuskan untuk segera tidur karena kasur dan bantal yang empuk yang kini berada di kamarku sudah sedari tadi mengganggu pikiranku; seolah-olah mereka sedang merayuku untuk segera membaringkan badanku yang gempal diatasnya dan bermimpi indah. Sudahlah, akhirnya aku menyerah; dan aku pun segera mematikan notebook dan masuk ke kamar, mematikan lampu, meyalakan kipas angin dan. . . . .Bebas!
Kembali ke matahari pagi yang semakin sengaja mengganggu tidurku, lihat saja aksinya yang memacarkan sinarnya dengan terik itu, padahal kurasa baru jam tujuh; karena adikku baru saja keluar dari kamarku dan ia selalu mampir sekitaran jam segitu; mencari chargernya yang selalu kupinjam tanpa sepengetahuannya :) . Lihat, begitu senangnya si matahari belagu ini dengan terbuka lebarnya jendela kamarku yang dibuka oleh ibuku tiap pagi-pagi buta; setiap kali kutanya alasannya, ia hanya bilang, “biar udara segar bisa masuk, dan pikiran bisa bebas”. Padahalkan itu mengganggu kebebasanku untuk terus tertidur lelap. Setiap kali beradu pendapat tentang jendela, aku selalu mengalah dengan ibuku dan kembali menutup muka dengan bantal dan menarik selimut untuk kembali bebas dari ceritanya tentang segarnya udara pagi dan jendela. Kini dengan trik yang sama, seperti aku mengalah pada ibuku tentang jendela; maka kutarik selimut dan menutup mukaku dengan bantal sampai-sampai tak ada cahaya matahari pagi yang bisa menggangguku untuk kembali Bebas. Aku pun tertawa lepas dalam hati karena bisa menggagalkan rencana si matahari menggangguku pagi ini.
Namun, baru saja aku terlelap dan hampir masuk ke dunia kebebasanku; terdengar hape ku berdering nyaring, “sial”, umpatku dalam hati. Dengan malas-malasan kuraih hape dan kukerjap-kerjapkan mataku berusaha melihat nama yang tertera dilayar hape ku, “ B-O-S-S”, ejaku terbata-bata. Mataku pun membelalak, ketika tahu siapa yang menelponku. Segera kuangkat dan tanpa aba-aba seorang wanita diseberang sana yang menjadi atasanku langsung saja bercuap-cuap mengomeli keterlambatanku mengangkat hape. Entah apa yang ia ucapkan, yang hanya kuingat dari sekian ocehannya adalah aku harus datang ke kantor untuk menyelesaikan pembukuan yang bla…bla…bla…
Setelah beberapa menit berlalu dan akhirnya ia menutup teleponnya, aku pun berusaha untuk mengumpulkan pikiran dan tenaga ku agar segera sadar bahwa aku telah kembali kedunia nyata. Dan untuk kesekian kalinya aku tunduk atas nama seorang karyawan dan segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
The End.

Through his eyes I saw my heavens
Through his eyes I saw my calmness
Through his eyes I found my soul
Through his eyes I found my true self
Through his eyes I am alive
Through his eyes I am in love
Through his eyes I am mad
Through his eyes I am sad
Hey you!!!
I am in love with your eyes
I want to see everything in this world through your eyes
Because, through your eyes my world exist
Please don't close your eyes
This world will be dark
Please don't close your eyes
I cannot see my world clearly
Please,,,,

"wah, nambah lagi fans aku!!", kata-kata itu masih terngiang-ngiang ditelingaku, menari-nari didalam kepalaku, tiba-tiba saja ada rasa yang sangat tak enak di ulu hatiku, pedih meski tak ada sayatan luka, aku di matanya mungkin sama dengan wanita yang ia bilang fans nya. Sore itu, kami ; maksudku aku, dia dan kawan-kawan karaokean di tempat kami biasa having fun, Giant selalu jadi tempat untuk kami melatih suara emas, perak, dan perunggu kami, mungkin mbak-mbak yang jaga pun sudah hafal wajah kami satu-persatu, biasalah tukang exist^^)
Ruang karaoke nomor 4 selalu jadi pilihan kami, ruangan yang nyaman muat untuk kami berenam, dan selalu saja komputernya nge_heng dan selalu saja dia yang diminta untuk memanggil mbak-mbak penjaganya, tapi kali ini seorang kawan yang memanggil mbak-mbak penjaganya, pada saat itu dia sedang menyanyikan sebuah lagu dan dia selalu menyanyi dengan renyah dan manis ditelingaku. Pada saat kami bersorak karena suaranya yang bagus, mbak-mbak itu pun ikutan bertepuk tangan. Maka keluarlah kata-kata itu. Tiba-tiba aku tersentak dan mencoba memahami kata-katanya. Aku pun tak bisa menahan segenap kekecewaanku terhadapnya, berarti selama ini ia hanya menganggapku seorang penggemar.
Hemmphh…. Aku langsung teringat dengan kejadian beberapa minggu yang lalu. Kalau tidak salah seminggu sebelum UAS, ketika pemberian kisi-kisi UAS semua murid diminta untuk keluar kecuali kelasnya, ia pun berkata "sebagai fans, just stay here and wait for me", tapi pada saat itu aku masih menganggap hal tersebut hanyalah lelucon. Tapi ketika aku mendengarnya berkata seperti itu hari ini, aku merasa sangat down.
Hanya seorang penggemar dimatanya, maka cukuplah bagiku untuk meyukainya sebatas penggemar yang akan selalu melihatnya dari kejauhan,,,,
Terima kasih sudah memberitahu posisiku dan telah membatasi aku untuk menyukaimu.
Terima kasih
Sunbe^_^ *fuLL of Tears

Well, mau mulai dari mana dulu ya? Hmmmm…. Setahu saya tahun baru selalu identik dengan resolusi baru. Jika anda seorang penggemar berat gosip anda pastinya akan melihat dan mendengar para artis yang ditanya mengenai resolusi mereka. Maka mereka pun akan bercerita tentang hal-hal yang belum tercapai dimasa yang lalu. Hummphh….. sebenernya sih saya gak terlalu terbiasa dengan resolusi-resolusi seperti ini…. Tapi,mungkin gak ya, kalo gak punya resolusi untuk tahun baru ini berarti saya seperti tidak punya target yang ingin dicapai dong dan pastinya tak ada semangat dan gairah untuk hidup tentunya *Lebay
Hahahahh tidak juga sih, sebenarnya tanpa resolusi-resolusi seperti itu saya tetap saja bersemangat menjalani setahun penuh itu, entahlah kenapa disetiap tahunnya saya selalu bisa bersemangat tanpa resolusi. Mmmm . . . . Mungkin sudah bakatnya dan label sebagai seorang gadis yang penuh dengan semangat tidak bisa saya copot dari diri saya. *hahahha lebay lagi saya^^)
Menurut saya yang terpenting dalam melakukan sesuatu itu adalah rasa suka dan ketekunan, karena kedua hal ini akan selalu berkesinambungan loh! Kenapa tidak? Ketika kita menyukai sesuatu pastinya kita akan menekuni hal tersebut kan, dan ketika menekuni hal tersebut akan ada rasa senang dalam mengerjakannya, rasa inilah yang akan membuat kita tidak akan berhenti untuk mengerjakannya. Dan hal inilah pula yang telah saya lakukan selama ini *ehemmm dengan sedikit bangga.
Okay, mungkin saya akan mulai bercerita tentang hal yang membuat saya tertarik untuk membuat resolusi, adalah seorang teman yang bercerita pada saya bahwa ia telah berhasil memenuhi semua resolusinya, dan ia terlihat begitu senang kemudian ia berencana untuk membuat resolusi baru dan itu seperti sebuah semangat untuknya. Hal yang menarik adalah jika diperhatikan dan diibaratkan, resolusi itu seperti "doa" dan "janji pada diri sendiri" mungkin bedanya doa yang satu ini kita sendiri yang berusaha mewujudkannya bukan hanya sekedar meminta kepada tuhan dan pasrah atas segala keputusannya lalu yang berjanji adalah diri kita kepada diri sendiri. Seperti halnya kita menginginkan pada tahun baru ingin giat belajar, menyimpan uang untuk membeli sesuatu barang, dan seterusnya. Karena kita telah berdoa dan berjanji pada diri sendiri maka kita harus mewujudkan doa itu dan menepatinya dong.
Lalu dengan adanya resolusi ini ternyata ada hal positif yang bisa kita dapatkan juga loh, pertama kita belajar untuk menghargai diri sendiri, lalu kita belajar untuk menepati janji yang kita buat sendiri dan yang terakhir kita belajar untuk membuat target. Disini saya tekankan bahwa 'menghargai diri sendiri' ini adalah rasa nyaman terhadap apa yang kita buat untuk diri sendiri, seperti contoh yang telah saya berikan diatas ketika kita menginginkan pada tahun yang baru bahwa ingin giat belajar dan ketika kita melakukannya dengan sungguh-sugguh dan menepatinya akan ada rasa puas tersendiri terhadap apa yang dilakukan itulah yang saya maksudkan dengan menghargai diri sendiri, rasa puas terhadap apa yang telah dilakukan. Kemudian, disini kita pun belajar menepati janji dan hal ini akan bermafaat bagi kita untuk kedepan. Ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, jika kita telah terbiasa menepati janji dengan diri sendiri maka kita akan melakukan hal yang sama ketika berjanji kepada orang lain dan hasilnya orang lain akan respect terhadap kita. Yang terakhir adalah kita pun bisa belajar membuat target, tentunya dalam hidup ini setiap orang mempunyai target. Target adalah tujuan ataupun hasil yang ingin dicapai di masa depan. Dengan belajar membuat target dari hal-hal yang kecil insyaallah target yag besar pun akan tercapai.
Maka, setelah saya pikirkan untung dan rugi dari sebuah resolusi kenapa tidak mencoba, itung-itung belajar bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan. Semoga resolusi ini bisa membuat saya belajar mengenai hal-hal positif yang telah saya sebutkan diatas.
Let's start the new resolution , then!
Gud Luck ALL!!

Hemph….. Ia kembali….
Awan biru yang tampak kelabu dan menguning itu kembali bertengger diatas pohon yang biasanya ia singgahi dulu.
tempat dimanaku berteduh, menghindari sengatan matahari yang kadang biasa menggganguku, kala sedang ingin bersantai dari hiruk pikuk rumah dan kotaku.
Tempat biasa kami bersenda gurau, tertawa, berkejar-kejaran diantara rerumputan yang terkadang menghijau dipagi hari, mengering ditengah hari, menguning di sore hari dan bahkan menghitam di malam hari.
Mungkin ianya telah bosan berkeliling diseputaran langit yang kadang membiru dan menghitam, memudar dan berpendar-pendar.
Atau mungkin ia rindukan aku dan pohonku yang biasanya jail mengganggunya dikala ia sedang ingin menghilangkan kepenatan.
Entahlah, apapun alasan nya kembali kepadaku dan pohonku aku tak perduli.
Yang penting awan biru, kelabu dan menguning itu telah kembali kepangkuanku.
Awan yang selama ini telah meninggalkanku karena ingin bermain sebentar diantara langit yang membiru dan menghitam, memudar dan berpendar-pendar.
Dan kini, ia kembali untuk melepas kerinduan yang telah lama hilang, yang telah lama aku dan awanku lupakan, yang telah lama aku simpan, sampai hari ini akan aku lepaskan hanya untuk awan ku seorang.
Terimakasih atas kembalinya kamu awan biru yang tampak kelabu dan menguning.
Terimakasih telah kembali bermain bersamaku…..
Living in a Colourful of Colourless Ocean
Blog Archive
Categories
George Orwell
"Who Controls The Past Control The Future, Who Controls The Present Control The Past"
Find Out!!!
my Linkh
Popular Posts
-
It's Friday, the sky's crying so it's raining.... some people don't like rain, Some people like it. I'm in between. ...
-
terkadang yang nampak itu tak dapat menjelaskan, dan gelap...akan selamanya gelap jika tak setitik terang menghampirinya. Diam itu menyenang...
-
dunia ku menepi, tak lagi hampiri aku yang inginkan ia sentuh hidupku. aku tersesat,tak lagi temuka n dunia yang biasa aku kunjungi tuk bua...
-
haihaihaihaihai semua..... gue pengen cerita neh tentang sastra inggris.. jurusan ku tersayang ini se d ang kedatangan tamu istimewa loh... ...
-
ini hidup gue,,, yang ngejalanin... ya gue, bukan orang lain. hidup gue, cuma gue yang tau. orang laen gak pernah tau apa yang gue alami, gu...
-
kadang gue ngerasa jadi manusia yang gak berguna deh...kenapa yah? kadang gue ngerasa jadi orang yang gak dibutuhin deh...kenapa yua? kadang...
-
Huffttt. . . . Perasaan dari tadi gue ga henti-hentinya dijutekin sama nyokab. Dari yang ga mu nurut wat beli barang, sekarang gue cuma kepe...
-
Hey, hey... it's me... with some poses in one picture haha... I've already edited it so, does it look brighter doesn't it ? :D...
-
Tell to me if this feeling is wrong Saying something if this choosing is a mistake Make me believe that you're not for me And wake me up...
About Me
- Oza
- Do you really wanna know me? really? are you sure? okay.... I'm gonna tell you a lil bit about me. I'm just a chaos and distractible girl. I'd love to randomly post anything which distracts me. So, my post could be a sad, gloomy, cheerful, cheesy, fashionable, messy, creative or stuck writing. Just Enjoy!!!! :D





































